Total angka terbaru itu diumumkan oleh PBB pada Senin (16/3).
Sementara itu pada hari ini (Selasa (17/3), pemerintah Vanuatu bersama dengan pesawat Australia dan Perancis akan melakukan survei udara utuk mengidentifikasi daerah-daerah lainnya yang paling parah terkena bencana.
Presiden Vanuatu sendiri, Baldwin Lonsdale telah mengumumkan bahwa negaranya membutuhkan bantuan besar usai terjangan badai resebut. Pasalnya, topan PAM membuat sejumlah bangunan, infrastruktur serta fasilitas publik lainnya hancur dan rusak. Hal itu juga menghancurkan perkembangan negara yang telah dibangun.
Pemerintah setempat memperkirakan, 90 persen bangunan dan fasilitas di ibu kota Port Vila hancur.
Seperti dimuat
Press TV, Topan Pam adalah badai terburuk dalam sejarah kepulauan pasifik. Menurut para ahli, topan tersebut terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim.
Badai tersebut telah menyebabkan kerusakan besar ke pulau-pulau Pasifik lainnya, termasuk Kiribati dan Kepulauan Solomon.
[mel]
BERITA TERKAIT: