"Usulan saya adalah untuk secara kritis membahas pornografi di dalam kelas tingkat 8 dan 9 (Usia 15 hingga 16 tahun), sebagai bagian dari strategi mendidik yang masuk akal, yang dilakukan oleh guru yang terlatih," katanya kepada
Guardian (Senin, 16/3).
"Kita tahu dari penelitian bahwa sebagian besar remaja telah melihat pornografi pada usia dini. Sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi soal pentingnya pendidikan tersebut bagi anak-anak," tambahnya.
Ia merujuk pada sebuah studi yang menunjukkan bahwa 99 persen anak laki-laki dan 86 persen anak perempuan di Skandinavia telah melihat film porno pada saat mereka berusia 16. Karena itulah, kata Graugaard, penting untuk memastikan bahwa remaja tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melihat porno dan seksualitas dengan cara yang konstruktif.
"Kita harus memperkuat kemampuan mereka untuk membedakan antara penggambaran media dari tubuh dan seks dan kehidupan sehari-hari remaja rata-rata. Mereka harus menjadi konsumen yang teliti dan kritis," sambungnya.
Perlu diketahui, pendidikan seks sudah wajib di Denmark sejak tahun 1970 dan pornografi sudah termasuk dalam kurikulum di beberapa sekolah di Denmark. Namun Graugaard mengkritisi bahwa sekolah menafsirkan pedoman nasional tersebut dengan cara yang berbeda.
"Jadi penting bahwa pendidikan memenuhi standar kualitas tertentu di seluruh negeri, bahwa guru yang terlatih dan mengikuti perkembangan metode kekinian yang terus dikembangkan," tandsnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: