Ukraina Belum Stabil, AS Tunjuk Hidung Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 26 Februari 2015, 17:54 WIB
Ukraina Belum Stabil, AS Tunjuk Hidung Rusia
john kerry/net
rmol news logo Amerika Serikat menuding Rusia sebagai penyebab ketidakstabilan yang terjadi di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, mempeirngatkan bahwa pihaknya siap memberikan sanksi tambahan bila Rusia tidak juga memenuhi persyaratan perjanjian gencatan senjata yang beru-baru ini dicapai.

Kerry lebih lanjut bahkan menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin karena menerapkan kebijakan yang dinilai melanggar norma internasional di wilayah timur Ukraina.

"Sampai saat ini, baik Rusia maupun pasukan pendukung itu tidak juga semakin dekat dengan pemenuhan komitmen mereka," kata Kerry di ruang Komite urusan luar negeri di parlemen Amerika Serikat.

Seperti dimuat Press TV (Kamis, 26/2), Kerry juga menuding bahwa di wilayah seperti Luhansk, Donetsk, dan Debaltseve saat ini Rusia telah memberdayakan, mendorong, dan memfasilitasi kekacauan secara langsung.

Ia pun menyebut bahwa upaya Rusia mengerahkan pasukannya ke perbatasan dengan Ukraina timur merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pasukan pro-Rusia.

Namun demikian, Rusia telah berulang kali membantah hal tersebut.

Diketahui, perjanjian gencatan senjata telah dicapai di ibukota Belarusia, Minsk pada pertemuan yang digelar 11 hingga 12 Februari lalu. Perjanjian yang dikenal dengan sebutan Minsk II itu dihadiri oleh para pemimpin Rusia, Ukraina, Perancis dan Jerman. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA