"Pejuang angkatan udara hari ini mengebom pangkalan milik geng teror Daesh," kata televisi pemerintah Yordania, dikutip dari
Reuters.
Daesh adalah istilah Arab untuk menghina untuk para militan ISIS. Istilah ini adalah akronim untuk "Negara Islam Irak dan Levant" (al-Dawla al-Islamiyah al-Iraq al-Sham). Nama ini biasanya digunakan oleh musuh-musuh ISIS, dan juga memiliki banyak nada negatif dalam bahasa Arab.
Diberitakan, target-target serangan masih berada di kota Raqqa di Suriah. Yordania menyebut serangan ini akan "mengguncang", sebagai respons atas eksekusi mati tentara mereka dengan cara biadab.
Sementara itu,
Al Jazeera melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah memerintahkan satu skuadron jet tempur F-16 terbang ke Yordania untuk mendukung serangan udara negara itu terhadap ISIS. Padahal sebelumnya UEA menangguhkan keterlibatannya dalam operasi aliansi menghancurkan ISIS di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan alasan tidak mau pilotnya bernasib serupa dengan pilot Yordania.
Kantor berita resmi UEA,
WAM, melaporkan, Putera Mahkota Mohammed bin Zayed al-Nahayan selaku wakil kepala angkatan bersenjata negara itu telah memerintahkan armada tempurnya bergerak.
WAM memperjelas, pengerahan itu ditujukan untuk mendukung militer Yordania dalam perang melawan "organisasi teroris brutal". Namun tidak disebutkan jumlah pesawat yang terlibat maupun peran mereka.
Kantor berita
Reuters, mengutip sumber militer Yordania, juga mengatakan bahwa langkah UEA akan membantu meningkatkan serangan udara pada kelompok bersenjata ISIS.
[ald]
BERITA TERKAIT: