Wakil Menteri Luar negeri Jepang Yasuhide Nakayama pada Jumat malam (30/1) menyebut bahwa belum ada perkembangan signifikan yang terjadi dalam upaya penyelamatan jurnalis Jepang, Kenji Goto dan pilot Yordania Muath al-Kassasbeh yang diancam akan segera dieksekusi.
"Upaya kami menjadi buntu," kata Nakayama yang berada di Amman untuk bekerjasama dengan pejabat Yordania.
Ia menegaskan, pihaknya terus bersiaga dan menganalisa informasi untuk kemudian melakukan upaya bersama.
Dimuat
Press Tv, Nakayama sendiri telah dimandatkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk berada di Amman demi menyelamakan sandera.
Perlu diketahui, Jepang mengalami masa-masa genting pasca sebuah video diposting online oleh kelompok militan ISIS pada 20 Januari lalu. Dalam video itu, dua orang warga negara Jepang muncul sebagai sandera dan diancam akan dibunuh bila Jepang tidak membayar tebusan 200 juta dolar AS dalam waktu 72 jam.
Jepang yang tidak memenuhi tuntutan ISIS itu pun kembali dikejutkan empat hari setelahnya. Tepatnya pada tanggal 24 Januari, salah seorang sandera yakni Kenji Goto kembali muncul dalam video ISIS. Dalam video itu, Goto muncul sendirian. Dengan mengenakan pakaian berwarna orange dan tangan terborgol, ia memegang sebuah foto yang menunjukkan pemenggalan rekannya yang juga menjadi sandera, Haruna Yukawa.
Masih dalam video yang sama, Goto juga menyampaikan pesan ISIS yang menyebut bahwa kelompok militan itu tidak lagi meminta tebusan uang, melainkan pembebasan seorang teroris wanita yang ditahan di Yordania, yakni Sajida al-Rishawi. Bila tidak, maka Goto dan Muath akan segera dieksekusi.
[mel]
BERITA TERKAIT: