Wanita itu diketahui beranama Shannon Conley berusia 19 tahun. Ia itu hadir dalam singan putusan yang digelar di pengadilan federal Denver pada
Jumat (23/1).
Conley sendiri mengaku bersalah atas satu tuduhan konspirasi dengan memberikan dukungan material untuk organisasi teroris asing pada bulan September lalu.
Agen FBI menyebut, Conley berencana menikah sengan seorang pria yang ia temui secara online. Pria asal Tunisia itu diketahui merupakan bagian dari kelompok militan ISIS.
Conley sendiri disebut-sebut telah berulang kali mengatakan kepada pria itu bahwa dirinya hendak berjuang bersamanya dengan memanfaatkan kemampuannya yakni menjadi sebagai perawat.
Setelah akrab secara online, Conley kemudian bergabung dengan sebuah program eksplorasi karir militer Amerika Serikat untuk belajar taktik militer dan kemudian mengajarkannya kepada anggota ISIS.
"Conley menyatakan bahwa dia bergabung dengan US Army Explorers untuk dilatih taktik militer dan senjata api di Amerika Serikat," kata pejabat dalam dokumen pengadilan.
Ia juga mendapat pelatihan sertifikasi keperawatan dan sertifikasi National Rifle Association.
Press TV memuat, menurut catatan pemerintah Amerika Serikat, setidaknya ada 300 warga negaranya yang bepergian ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan kelompok militan ISIS. Sementara itu, secara keseluruha, ISIS diketahui telah merekrut sekitar 12 ribu militan asing yang berasal dari 81 negara termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
[mel]
BERITA TERKAIT: