Hal itu sejalan dengan dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang memungkinkan orang asing untuk bertugas setidaknya selama lima tahun di militer Rusia selama mereka bisa berbicara bahasa Rusia.
Analis pertahanan
BBC (Selasa, 6/1), Jonathan Marcus menyebut, langkah Putin tersebut merupakan bagian untuk memprofesionalkan angkata bersenjata Rusia.
Namun demikian, langkah tersebut berpotensi memiliki dampak diplomatik bagi hubungan Rusia dengan negara-negara bekas Uni Soviet.
Sementara itu pakar militer Rusia Pavel Felgenhauer menyebut, Rusia akan lebih mudah merekrut pasukan dari sejumlah wilayah di Asia Tengah, Kaukus, dan Transnistria yang memisahkan diri dari Moldova.
"Sebelumnya mereka diminta untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia, atau surat yang memberikan mereka hak kewarganegaraan Rusia, tapi sekarang mereka dapat melayani secara hukum tanpa kewarganegaraan Rusia," kata Felgenhauer.
Menurut pakar militer lainnya, Alexander Golts, di Rusia sendiri saat ini ada sekitar 300 orang asing yang menjadi pasukan militer.
Ia menambahkan, bagi warga asing yang ikut bergabung dengan militer Rusia diperkirakan akan mendapatkan upah bulanan awal sekitar 30 ribu rubel atau setara dengan 500 dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: