CEO RFE/RL Nenad Pejic menyebut bahwa penggerebekkan tersebut merupakan upaya pembungkaman media independen, mengingat radio tersebut kerap kali melontarkan kritik terhadap pemerintah.
"Perintah berasal dari atas sebagai pembalasan atas pelaporan kami dan sebagai upaya untuk membungkam premanisme RFE/RL," ujarnya seperti dimuat
Reuters.
Menurut keterangan, dalam penggerebekkan, penyidik dan polisi bersenjata tiba-tiba saja datang dan memerintahkan agar para karyawan yang tengah bekerja di radio itu untuk masuk ke sebuah ruangan sementara mereka menggeledah stasiun radio itu dan menyita sejumlah dokumen resmi.
Sementara itu dalam surat perintah pengadilan disebutkan bahwa penggerebekkan itu dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan operasi radio terkait adanya dana LSM asing yang berperan di dalamnya. Hal itu sejalan dengan hukum yang berlaku di Azerbaijan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.