Refleksi Tiga Tahun Kepemimpinan, Kim Jong Un Rangkul Tentara Bangun Korut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 26 Desember 2014, 17:40 WIB
Refleksi Tiga Tahun Kepemimpinan, Kim Jong Un Rangkul Tentara Bangun Korut
kim jong un/net
rmol news logo Tiga tahun setelah penunjukkan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un sebagai Panglima Tertinggi Rakyat Korea (KPA) pada tanggal 30 Desember 2011 lalu, sejumlah perubahan signifikan agaknya dapat terlihat di negara tersebut.

Kim Jong Un dikenal sebagai pemimpin yang mencurahkan perhatiannya pada kesejahteraan tentara-tentaranya. Karena mereka merupakan bagian penting, bukan hanya dalam pertahanan, tapi juga dalam pembangunan negara.

Dalam sejumlah inspeksinya ke unit-unit tentara, Kim diketahui kerap memeriksa dan memastikan kelayakan kamar tidur, ruang makan, tempat penyimpanan makanan, kamar mandi, serta sejumlah fasilitas lainnya di dalam unit yang menopang kehidupan sehari-hari para tentaranya.

Di sisi lain, Kim juga dikenal sebagai sosok yang humanis di mata masyarakatnya. Diketahui, suatu ketika ia pernah memberikan hadiah kepada seorang anak perwira di hari ulang tahun pertamanya. Di lain waktu ia juga pernah menyempatkan diri untuk melayani sejumlah tentara yang mengantri hendak berfoto satu per satu dengan dirinya ketika ia mengunjungi sebuah unit tentara.

Begitu perhatiannya Kim, bahkan ketika ada beberapa tentara yang tewas mendadak, ia akan datang tengah malam untuk memperhatikan foto para tentara yang tewas sambil memperhatikan sekeliling makamnya. Ia memastikan bahwa nama mereka tertulis dengan benar di batu nisan.

Perhatian Kim kepada para tentaranya agaknya cukup beralasan, mengingat mereka lah salah satu mesin penggerak pembangunan di Korea Utara. Salah satu bukti bagaimana para tentara berkontribusi dalam pembangunan di Korea Utara adalah ketika Kim mempercayakan mereka untuk membangun sebuah resort ski kelas dunia. Banyak pengamat memprediksi, pembangunan resor tersebut membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun. Namun dengan kegigihan, tentara-tentara itu berhasil membangunya hanya dalam kurun satu tahun lebih.

Karena kegigihan itulah, Kim juga mempercayakan para tentaranya untuk membangun sejumlah proyek lainnya seperti rumah dan apartemen bagi para pendidik di Kim Il Sung University dan Kim Chaek University of Technology, juga pembangunan Panti Asuhan Pyongyang, Unha Scientists Street, Wisong Scientists Dwelling District, dan masih banyak proyek lainnya yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.

Tak hanya itu, Kim juga semakin membuktikan eksistensi Korea Utara di mata dunia dengan pembangunan lainnya yang mengikuti standar dunia seperti Mirim Riding Club, Munsu Water Park, Songdowon International Children’s Camp, Okryu Children’s Hospital dan Ryugyong Dental Hospital.

Perhatiannya kepada para tentara serta pembangunan dilakukan Kim untuk membangun sebuah negara berkembang dengan mengandalkan kemampuan militer yang kuat dari negaranya demi kesejahteraan rakyatnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA