Sejauh ini tercatat, seorang pria berkebangsaan Jerman tewas akibat ledakan itu. Sedangkan 16 orang lainnya terluka.
Kejadian memilukan itu terjadi ketika orang-orang sedang menonton sebuah drama yang pesannya mengutuk serangan bom bunuh diri.
Ledakan bunuh diri di ibukota Afghanistan ini adalah yang kedua terjadi pada hari Kamis, setelah enam tentara Afghanistan tewas ketika bus mereka dihantam bom bunuh diri di pinggiran kota Kabul.
Kelompok gerilyawan Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua tragedi tersebut.
Gerilyawan Islam Taliban terus menyerang target militer dan sipil sebelum akhir tahun di mana sebagian besar tentara tempur asing akan menarik diri dari negara penuh konflik itu.
Kepala Departemen Dalam Negeri Afghanistan, Jenderal Ayoub Salangi, menyatakan pelaku bom teater kemungkinan berusia 17 tahun.
"Saya mendengar ledakan memekakkan telinga. Ada orang lokal, orang asing, gadis-gadis muda dan anak laki-laki menonton pertunjukan," ungkap saksi, Sher Ahmad, seorang aktivis yang berada di auditorium itu, kepada
Reuters."Potongan daging terpampang di dinding. Ada anak-anak dan perempuan menangis minta tolong," tambahnya.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan, aksi keji itu dilakukan dalam sebuah acara yang dianggap pihaknya menghina nilai-nilai Islam dan menyebarkan propaganda hitam tentang operasi jihad Taliban, terutama terkait serangan bom bunuh diri.
Soal korban tewas, Jenderal Salangi memastikan ia adalah seorang pria Jerman. Namun identitasnya belum jelas.
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengatakan serangan itu "sangat durhaka karena mengorbankan orang-orang yang membantu negara itu membangun masa depan yang lebih baik".
Kepala polisi Kabul, Abdul Rahman Rahimi, menambahkan, lokasi kejadian itu sebetulnya sudah dijaga ketat. Namun, ada kemungkinan pelaku menyembunyikan bahan peledak di celana dalamnya demi menerobos barikade keamanan.
Taliban dianggap sedang meningkatkan kampanye kekerasan dengan mengambil keuntungan dari ketidakpastian dan kelemahan pasukan keamanan Afghanistan. Sementara, pasukan militer negeri itu tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih perang melawan pemberontakan setelah pasukan asing benar-benar pergi.
[ald]
BERITA TERKAIT: