Meskipun sempat dibuka di level 7.174, IHSG harus rela terparkir di zona merah pada penutupan siang dengan penurunan sebesar -0,08 persen atau berkurang 5,853 basis poin ke level 7.168,468.
Sepanjang paruh pertama perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar. Setelah dibuka pada level pembukaan pagi tadi, indeks sempat menyentuh batas atasnya sebelum akhirnya tertahan oleh tekanan jual dan terparkir di level penutupan siang ini dengan penurunan sebesar nol koma nol delapan persen.
Secara keseluruhan, komposisi pasar menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah dibandingkan yang menguat, sementara sebagian kecil lainnya bergerak stagnan.
Tercatat, saham yang menguat sebanyak 245 saham, dan yang melemah sebanyak 398 saham.]
Dinamika sektoral menunjukkan hasil yang beragam. Sektor Infrastruktur tampil sebagai motor penggerak utama dengan kenaikan yang cukup signifikan, disusul oleh penguatan tipis pada sektor Kesehatan dan Teknologi.
Sebaliknya, tekanan jual yang cukup dalam terlihat pada sektor transportasi dan logistic, barang baku (Basic Materials), industri, dan energi.
Dalam hal aktivitas perdagangan, saham-saham seperti MEDS, MORA, dan HALO mencatatkan diri sebagai emiten dengan nilai transaksi paling aktif sepanjang sesi pertama berlangsung.
Menariknya, meskipun indeks acuan utama (IHSG) mengalami pelemahan tipis, beberapa indeks sektoral dan indeks kelompok saham unggulan justru menunjukkan performa positif:
Indeks LQ45, IDX30, dan MNC36 terpantau kompak menguat, mencerminkan adanya minat beli pada saham-saham dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.
Di sisi lain, Jakarta Islamic Index (JII) harus mengikuti jejak IHSG dengan parkir di zona merah pada penutupan siang ini.
Data ini memberikan gambaran bahwa meskipun secara umum pasar sedang terkoreksi, kepercayaan investor pada saham-saham *blue-chip* masih terjaga, yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk pemulihan di sesi kedua sore nanti.
BERITA TERKAIT: