Demikian diberitakan
Reuters. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dan Washington sudah begitu "dingin" dan kemungkinan besar akan tetap seperti itu jika sanksi terhadap Moskow dipertahankan untuk waktu yang lama.
"Bukan rahasia bahwa tujuan dari sanksi adalah untuk menciptakan kondisi sosial dan ekonomi demi perubahan kekuasaan di Rusia," kata Sergei Ryabkov, dalam sidang di majelis rendah Rusia, pada Senin (8/12).
"Tidak akan ada cara mudah atau cepat keluar dari krisis ini," tambahnya.
Terkait dengan disintegrasi Crimea dari Ukraina, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak mengharapkan Amerika Serikat mau mengakui Crimea sebagai bagian dari Rusia. Ia juga menuding Washington sedang mencoba menciptakan perpecahan antara Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet lainnya.
Sementara itu, mayoritas warga Rusia terus menunjukkan pandangan negatif terhadap Amerika Serikat. Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh kelompok riset independen Levada pada hari Senin menunjukkan 74 persen warga Rusia memiliki pandangan negatif terhadap Amerika Serikat, dan hanya 18 persen yang berpikir sebaliknya.
Levada mengatakan angka-angka ini menandai "titik terendah" pandangan masyarakat Rusia terhadap Amerika Serikat sejak tahun 1990, atau tepat sebelum Uni Soviet runtuh.
[ald]
BERITA TERKAIT: