Rusia menyebut bahwa kesepakatan yang dibentuk dengan Iran itu mencakup rencana untuk menghabiskan bahan bakar nuklir untuk membantu Rusia untuk melakukan daur ulang dan penyimpanan.
BBC (Rabu, 12/11) mengabarkan, dengan mengutip pernyataan dari kepala nuklir Iran Ali Akbar Salehi, kesepakatan yang dibentuk oleh Rusia dan Iran untuk membangun reaktor baru itu merupakan titik balik dalam perkembangan hubungan kedua negara.
Dua dari delapan reaktor yang direncanakan itu akan dibangun di fasilitas nuklir Bushehr.
Sementara itu perusahaan nuklir Rusia, Rosatom menyebut, pembangunan reaktor akan dimonitori oleh badan pengawas energi nuklir, International Atomic Energy Agency (IAEA).
Dalam prosesnya, Rusia akan memasok bahan bakar nuklir untuk reaktor dan mendapatkannya kembali setelah digunakan.
Perlu diketahui, Iran telah lama membantah kecurigaan negara-negara Barat yang menyebut bahwa program nuklirnya digunakan untuk membuat senjata. Iran menyebut, program nuklir yang dijalankannya adalah untuk alasan damai, yaknii pembangkit energi dan medis.
Sejak tahun lalu, Iran juga mulai membuka diri dengan negara-negara Barat melalui pembicaraan. Iran diketahui membuka pembicaraan dengan negara-negara kekuatan dunia yang disebut P5+1, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Jerman untuk membahas soal program nuklirnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: