Xi Jinping: APEC Harus Menambah Kayu Bakar untuk Api Ekonomi Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 11 November 2014, 05:43 WIB
Xi Jinping: APEC Harus Menambah Kayu Bakar untuk Api Ekonomi Dunia
xi jinping/net
rmol news logo Sebagai tuan rumah, Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, mengharapkan empat pencapaian dari pertemuan tingkat tinggi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2014 di Beijing.

Keempatnya disampaikan Xi saat berbicara dalam sesi dialog antar para pemimpin APEC dan perwakilan dari Penasihat Bisnis APEC, Senin (10/11).

Dikutip dari Xinhua, Pencapaian pertama adalah peluncuran Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP). Pencapaian kedua adalah sebuah pernyataan menyambut ulang tahun ke 25 dari APEC, yang mengacu pada pengalaman masa lalu dan sketsa visi masa depan.

Pencapaian ketiga, pertemuan akan mempromosikan inovasi, reformasi dan pertumbuhan untuk mencari momentum baru pembangunan jangka panjang dari Asia-Pasifik. Dan keempat, pertemuan akan menghasilkan cetak biru agar meletakkan dasar yang kuat untuk konektivitas di kawasan Asia-Pasifik.

Menurut Xi, Asia-Pasifik akan menghadapi peluang yang signifikan sekaligus berbagai ketidakpastian. Karena itu, Xi mendesak APEC untuk "menambah kayu bakar untuk api ekonomi Asia-Pasifik dan dunia."

China sendiri, tegasnya, bersedia bekerja sama dengan semua anggota APEC dalam kemitraan inklusif dan saling menguntungkan yang menampilkan rasa saling percaya.

Dia juga memuji langkah yang membangun Asian Infrastructure Investment Bank, Silk Road Economic Belt, dan 21st Century Maritime Silk Road.

Berbicara tentang ekonomi dalam negerinya, Xi menyatakan keyakinannya dalam menemukan keseimbangan antara pertumbuhan, restrukturisasi, kesejahteraan dan reformasi untuk mendorong pembangunan ekonomi rakyat yang stabil dan jangka panjang. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA