
Selandia Baru tidak akan kirimkan pasukan untuk bertempur secara langsung dengan kelompok militan ISIS di Irak, melainkan akan mengutus personil militer untuk membantu melatih pasukan Irak yang maju ke garis depan pertempuran.
Begitu penegasan yang dibuat oleh Perdana Menteri Selandia Baru John Key (Rabu, 5/11).
Key menyebut, saat ini pemerintah memantau setidaknya ada 30 hingga 40 warga Selandia Baru yang terlibat dalam tindakan ekstrimis yang berkaitan dengan ISIS. Sebagian di antaranya berpartisipasi dengan pergi ke Suriah untuk bertempur langsung, sedangkan sebagian lainnya berpartisipasi dengan cara mendanai aksi terorisme.
Langkah yang diambil Selandia Baru itu, dikabarkan
Associated Press, berbeda dengan yang diambil oleh negara tetangganya, Australia.
Demi bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk menggempur ISIS, Australia mengerahkan sekitar 200 pasukan khusus untuk memberikan nasihat dan membantu pasukan keamanan Irak.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: