Begitu isi laporan dari kelompok HAM internasional yang berbasis di Inggris, Human Right Watch (HRW) yang dirilis pada Selasa (4/11).
Laporan itu dibuat berdasarkan wawancara dengan sejumlah anak yang diculik dari Kobani akhir Mei lalu.
Disebutkan bahwa ISIS menculik lebih dari 150 anak laki-laki Mei lalu. Sekitar 50 di antaranya berhasil melarikan diri dari penculikan. Sementara sisanya dibebaskan secara berkelompok selama beberapa tahap. Pembebasan terakhir dilakukan pada 29 Oktober lalu.
"Sejak awal pemberontakan Suriah, anak-anak telah mengalami kengerian penahanan dan penyiksaan, pertama oleh pemerintah Assad dan sekarang oleh ISIS," kata seorang aktivis dari HRW, Fred Abrahams dikutip
Associated Press.
Empat orang anak yang berhasil bebas setelah diculik ISIS mengatakan kepada HRW bahwa mereka ditahan di kota Manbij Suriah. Mereka menyebut, militan ISIS kerap kali melakukan pelecehan ataupun penyiksaan dengan menggunakan selang dan kabeli listrik.
Bahkan penyiksaan lebih keji dialami oleh anak-anak yang orang tuanya merupakan anggota militan Kurdi, YPG yang gencar memerangi ISIS.
Anak-anak itu menyebut, militan ISIS tidak menjelaskan mengapa mereka dibebaskan.
[mel]
BERITA TERKAIT: