Menteri Perdagangan Luar Negeri Kuba, Rodrigo Malmierca Diaz pada Senin (3/11) mengumukkan daftar 246 proyek potensial yang akan menelan anggaran sekitar 8,7 miliar dolar AS. Proyek-proyek itu merupakan pembangunan sejumlah sektor industri, mulai dari peternakan hingga pabrik mobil.
Pengumuman itu dibuat untuk mendorong masuknya lebih banyak modal asing.
"Kuba mendorong kuat untuk mengambil keuntungan dari manfaat yang terkait dengan investasi asing untuk mendorong pembangunan," ujarnya dalam acara promosi ekonomi Kuba yakni Havana's International Fair.
Selain itu, Malmierca juga menolak menjelaskan secara rinci soal level
investasi asing di Kuba saat ini. Pasalnya, menurut Malmierca, hal itu
bisa saja disalahgunakan oleh Amerika Serikat yang masih mempertahankan
embargo terhadap Kuba.
"(Kuba) tengah dalam perang ekonomi dengan kekuatan utama dunia. Kami tidak memberikan data tersebut," ujarnya.
Associated Press mengabarkan, kendati mendorong masuknya lebih banyak modal asing, namun di Kuba sendiri masih ada sejumlah hambatan yang tak jarang membuat investor tidak nyaman, salah satunya adalah masih adanya tumpang tindih persetujuan instansi pemerintah yang menyebabkan keputusan atau ijin investasi membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Dorongan untuk meningkatkan investasi asing merupakan bagian dari proses reformasi empat tahun yang dilakukan Kuba untuk memperkuat perekonomiannya. Kuba perlu mendorong investasi asing lebih dari 2 miliar dolar AS setiap tahunnya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya.
Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kuba diperkirakan tidak akan melebihi satu persen. Reformasi ekonomi yang dibangun diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi setidaknya lima persen setiap tahunnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: