Wanita bernama Reyhaneh Jabbari itu dijatuhi hukuman mati karena terbukti membunuh seorang pria, Morteza Abdolali Sarbandi pada tahun 2007 lalu. Jabbari sebelumnya mengaku bahwa ia terpaksa membunuh karena pria tersebut berupaya melakukan pelecehan seksual padanya.
Kabar soal eksekusi mati Jabbari itu dikonfirmasi oleh ibunya, Shole Pakravan kepada
BBC. Sang ibu menyebut, dirinya akan pergi ke pemakaman untuk melihat jasad anaknya dikebumikan. Ia menjelaskan, dirinya hanya sempat diijinkan melihat jasad anaknya selama satu jam pada Jumat kemarin (24/10).
Setelah ditangkap tahun 2007 lalu, Jabbari sempat ditempatkan di sel isolasi selama dua bulan. Ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pidana di Teheran pada tahun 2009 lalu.
Kelompok hak asasi manusia Amnesty International sebelumnya menebut hukuman bagi Jabbari cacat. Kampanye menolak eksekusi Jabbari pun sempat mencuat di media sosial seperti Facebook dan Twitter.
Namun akhirnya Jabbari tetap menjalani hukumannya setelah kerabat gagal mendapatkan persetujuan panangguhan hukum dari keluarga korban.
[mel]
BERITA TERKAIT: