Menurut juru bicara Asosiasi Muslim British Coumbia, Aasim Rashid pada Jumat (24/10) menyebut, Zehaf-Bibeau sempat datang ke Masjid Al-Salaam di Vancouver selama sekitar tiga hingga empat bulan jelang akhir tahun 2011 dan awal 2012 sebelum ia tidak pernah terlihat datang kembali.
Rashid menyebut, Zehaf-Bibeau yang sempat menginap di masjid tersebut selama beberapa waktu itu mengeluhkan bahwa masjid terlalu liberal dan inklusif. Kepada para pemimpin masjid, ia sempat mengeluh bahwa masjid terlalu terbuka karena membiarkan umat non-Muslim untuk datang.
"Pemerintah masjid menyuruhnya duduk dan menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah cara menjalankan masjid dan pintu masjid terbuka untuk semua Muslim dan non-Muslim yang ingin mengunjungi," kata Rashid dikutip
Associated Press.
Rashid menyebut, Zehaf-Bibeau diminta untuk beribadah di masjid lain bila tidak setuju dengan masjid Al-Salaam. Namun akhirnya ia memilih menetap sebelum akhirnya diminta untuk meninggalkan masjid karena ia terus menerus menginap di masjid.
Zehaf-Bibeau diketahui menembak mati seorang tentara di monumen perang nasional di Ottawa Kanada sebelum menyerbu gedung parlemen. Namun aksinya terhenti setelah ia ditembak mati. Hingga saat ini belum diketahui motif di balik penyerangan yang dilakukannya.
[mel]
BERITA TERKAIT: