Pelaku Penyerangan di Ottawa Pernah Mengeluh Soal Masjid

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 25 Oktober 2014, 13:58 WIB
Pelaku Penyerangan di Ottawa Pernah Mengeluh Soal Masjid
Michael Zehaf-Bibeau ketika hendak melakukan aksinya/net
rmol news logo Pria bersenjata yang menembak mati seorang tentara sebelum kemudian menyerbu gedung parlemen Ottawa Kanada Rabu lalu (22/10) Michael Zehaf-Bibeau, ternyata sempat mengeluhkan soal Masjid di Vancouver.

Menurut juru bicara Asosiasi Muslim British Coumbia, Aasim Rashid pada Jumat (24/10) menyebut, Zehaf-Bibeau sempat datang ke Masjid Al-Salaam di Vancouver selama sekitar tiga hingga empat bulan jelang akhir tahun 2011 dan awal 2012 sebelum ia tidak pernah terlihat datang kembali.

Rashid menyebut, Zehaf-Bibeau yang sempat menginap di masjid tersebut selama beberapa waktu itu mengeluhkan bahwa masjid terlalu liberal dan inklusif. Kepada para pemimpin masjid, ia sempat mengeluh bahwa masjid terlalu terbuka karena membiarkan umat non-Muslim untuk datang.

"Pemerintah masjid menyuruhnya duduk dan menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah cara menjalankan masjid dan pintu masjid terbuka untuk semua Muslim dan non-Muslim yang ingin mengunjungi," kata Rashid dikutip Associated Press.

Rashid menyebut, Zehaf-Bibeau diminta untuk beribadah di masjid lain bila tidak setuju dengan masjid Al-Salaam. Namun akhirnya ia memilih menetap sebelum akhirnya diminta untuk meninggalkan masjid karena ia terus menerus menginap di masjid.

Zehaf-Bibeau diketahui menembak mati seorang tentara di monumen perang nasional di Ottawa Kanada sebelum menyerbu gedung parlemen. Namun aksinya terhenti setelah ia ditembak mati. Hingga saat ini belum diketahui motif di balik penyerangan yang dilakukannya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA