Menurut keterangan Departemen Pemadam Kebakaran Gyeonggi, insiden itu terjadi sekitar pukul 5:30 sore ketika girlband 4Minute tampil untuk menghibur di lokasi dekat kompleks perusahaan, Pangyo Techno Valley itu. Diperkirakan ada sekitar 1.000 orang yang menyaksikan konser yang digelar oleh Gyeonggi Institute of Science & Technology Promotion dan Pemerintah Provinsi Gyeonggi itu.
Pada saat itu, diketahui ada sekitar 30 orang yang berdiri di atas sebuah ventilasi besi yang posisinya lebih tinggi, sehingga mereka bisa lebih jelas menyaksikan konser. Namun ventilasi diduga tidak mampu menahan beban sehingga tiba-tiba saja runtuh. 27 orang jatuh seketika ke dalam ruang bawah tanah sedalam 20 meter yang ditutup ventilasi itu.
"Orang-orang yang berdiri di sana tiba-tiba saja menghilang," kata salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
"Saya mendengar suara keras dekat ventilasi, tapi saya pikir itu adalah suara dari penyanyi," kata saksi mata lainnya.
"Lau orang-orang mulai berteriak bahwa ada yang jatuh," sambungnya.
Para korban yang jatuh segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"12 orang tewas di lokasi, dua lainnya tewas ketika dilarikan ke rumah sakit, selebihnya tewas di rumah sakit," kaya petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian kepada
Korea Times.
Ia memperkirakan korban tewas mungkin bertambah mengingat para korban luka berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu girlband 4Minutes yang tampil dalam konser mengaku tidak menyadari insiden itu. Menurut keterangan agensi mereka, Cube Entertainment, anggota 4Minutes baru mengetahui soal insiden itu ketika mereka kembali ke Seoul usai konser.
Menyusul insiden, Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-Won pada Jumat malam segera menggelar pertemuan darurat untuk menangani insiden. Ia pun segera mengunjungi lokasi insiden tersebut. Selain itu pemerintah Provinsi Gyeonggi dan pemerintah Kota Seongnam juga langsung membuat tim darurat untuk menangani insiden.
[mel]
BERITA TERKAIT: