"Kita telah mencapai konsensus soal generalisasi dan hanya ada rincian yang akan dikerjakanyakni apakah kita akan mencapai kesepakatan dalam 40 hari ke depan," kata Presiden Iran Hassan Rouhanni pada Senin malam (13/10).
Ia menegaskan bahwa masalah nuklir tidak akan diubah dan akan diselesaikan melalui negosiasi.
Rouhanni yang menduduki kursi presiden sejak 14 bulan terakhir diketahui berjanji untuk mengakhiri hubungan bermusuhan dengan negara-negara Barat. Kendati demikian, ia mengakui, masalah nuklir dengan negara-negara Barat tidak akan selesai dalam waktu satu malam.
Demi membuktikan janjinya itu, Iran dan enam negara kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Tiongkok, Rusia, dan Inggris yang tergabung dalam P5+1 telah terlibat dalam sejumlah pertemuan untuk melakukan negosiasi. Topik utama yang dibahas dalam meja negosiasi adalah nuklir Iran serta sanksi ekonomi negara-negara Barat.
Reuters mengabarkan, Iran diketahui telah lama membantah tuduhan bahwa program nuklirnya ditujukkan untuk membangun senjata nuklir. Iran menegaskan nuklirnya adalah untuk membangun tenaga listrik dan penelitian ilmiah.
Negosiasi yang dilakukan Iran dan negara-negara Barat itu sendiri akan menemui batas waktu pada 24 November lalu untuk mencapai kesepakatan.
[mel]
BERITA TERKAIT: