Diketahui, sejumlah rumor merebak setelah Kim absen dalam publikasi kegiatan penting di Korea Utara. Sejumlah media asing mengisukan "hilangnya" Kim dari sorotan publik adalah karena alasan kesehatan.
Yonhap (Jumat, 10/10) menyebut, Kim yang terakhir kali terlihat muncul dalam publikasi media pada 3 September lalu itu mengalami cidera kaki. Demi merawat Kim, dikabarkan dokter-dokter dari Prancis, Jerman, dan Rusia diterbangkan khusus ke Korea Utara.
Kabar yang sama juga dihembuskan oleh
Reuters. Dengan mengutip pernyataan seorang pejabat anonim yang disebut memiliki akses ke kepemimpinan Korea Utara, dikabarkan bahwa ketidakhadiran Kim dalam perayaan itu adalah karena cedera kaki yang dideritanya ketika meninjau tempat pelatihan militer belum juga pulih.
"Ia mengalami cedera pergelangan kaki dan lututnya sekitar Agustus atau awal September," katanya.
Selain alasan kesehatan, rumor lain yang merebak soal ketidakhadiran Kim di depan publik yang berkembang beberapa waktu belakangan adalah karena adanya ketidakstabilan politik di Korea Utara. Bahkan pemberitaan media asing sempat ramai mengisukan soal kudeta militer di Korea Utara beberapa waktu lalu.
Absennya Kim dalam perayaan kemarin yang disebut-sebut lebih penting dari pada ulang tahun mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il dan Kim Il-sung itu, kembali menimbulkan pertanyaan-pertanyaan negatif soal masalah politik dalam negeri Korea Utara.
"Hari ini adalah hari yang penting baginya (Kim) untuk kembali. Semakin banyak pertanyaan yang meningkat, dan ketidakhadirannya pasti mengarah pada ketidakpastian soal siapa yang sedang memimpin negara," kata peneliti di Korean Studies di Australian National University, Leonid Petrov kepada
Latimes.
Hal senada juga diungkapkan peneliti lainnya kepada
Reuters.
"Semakin lama ia (Kim) keluar dari mata publik, semakin banyak ketidakpastian soal dia dan status rezimnya akan akan tumbuh," kata seorang peneliti dari U.S.-Korea Institute di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, Washington Curtis Melvin.
Menanggapi berbagai kabar tak sedap yang berkembang itu, seorang diplomat senior Korea Utara di Jakarta menegaskan kepada
RMOL (Sabtu, 11/10) bahwa rumor-rumor tersebut tidak benar.
Kabar soal masalah kesehatan Kim ataupun ketidakstabilan politik Korea Utara, kata diplomat tersebut dikeluarkan oleh sejumlah media asing untuk mendiskreditkan Korea Utara.
"Korea Utara saat ini baik-baik saja," tegas diplomat itu.
"Kim Jong-un pun saat ini berada di Pyongyang," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: