Hampir 5 ribu pasukan Amerika Serikat dan dan Filipina berpartisipasi dalam latihan rutin tahunan yang digelar selama 11 hari di sejumlah wilayah seperti kepulayan Palawan, dekat dengan kepulauan Spratly, dan wilayah barat laut prvinsi Zambales dari pulau utama Luzon.
Latihan gabungan pasukan udara dan pasukan laut yang diberi nama "Philippine Bilateral Exercises" atau Phiblex itu akan difokuskan pada pengamanan maritim dan operasi pertahanan teritorial.
"Kami berharap mendapatkan teknik-teknik baru dari korps marinir AS," kata kepala urusan publik militer Filipina, Kapten Reyson dikutip
Asia One.
"Jika mereka memiliki doktrin baru, kita akan dapat belajar dari mereka," sambungnya.
Selain itu dua kapal amfibi Amerika Serikat yakni USS Peleliu dan USS Germantown juga dilibatkan dalam latihan tersebut.
Selain melakukan simulasi serangan perahu dan serangan pantai, pasukan juga akan menampilkan api hidup di udara serta manuver armor mekanik serta terjun payung.
"Latihan pelatihan lapangan akan memberikan unit kelautan Filipina dan AS beberapa peluang untuk terus meningkatkan keterampilan mereka sambil berbagi praktik terbaik," kata kedutaan besar Amerika Serikat bagi Filipina dalam sebuah pernyataan.
Filipina diketahui bersengketa dengan Tiongkok atas wilayah Laut China Selatan yang disebut-sebut kaya energi yang bisa menghasilkan keuntungan sekitar 5 miliar dolar AS setiap tahunnya. Wilayah Spratly di Laut Cina Selatan yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.
Latihan tahunan antara pasukan Filipina dan Amerika Serikat digelar setiap tahunnya di bawah Mutual Defence Treaty (MDT) tahun 1951 yang merupakan bagian dari jaringan persekutuan keamanan Amerika Serikat yang dibangun di kawasan Asia Pasifik selama Perang Dingin.
[mel]
BERITA TERKAIT: