Seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi itu menuturkan kepada
CNN bahwa pejabat pemerintah telah bertemu dengan dua juru runding senior Boko Haram di ibukota Abuja sebanyak empat kali di pertengahan Agustus lalu.
Sumber itu membocorkan, dalam negosiasi, disebut bahwa Boko Haram mengajukan daftar 30 anggotanya yang ditahan pemerintah atas tindakan kekerasan dan terorisme untuk ditukar dengan ratusan gadis sekolah yang diculik tersebut.
"Dua juru runding Boko Haram meyakinkan ICRC dan juru runding pemerintah bahwa gadis-gadis tersebut tidak pernah diperkosa, tidak pernah digunakan sebagai budak seks, dan tidak pernah mengalami kekerasan seksual," kata sumber yang disembunyikan identitasnnya itu.
Diketahui, Boko Haram menculik sekitar 276 gadis dari sekolahnya di Chibok April lalu. Beberapa puluh di antaranya berhasil melarikan diri, namun lebih dari 200 lainnya masih belum diketahui nasibnya hingga kini.
Kasus tersebut bukan hanya membuat resah warga Nigeria, melainkan juga warga dunia. Hal itu terbukti dengan adanya kampanye
Bring Backs Our Girls yang disuarakan oleh sejumlah tokoh internasional seperti Malala Yousafzai dan First Lady Michelle Obama untuk menuntut dikembalikannya para gadis tersebut.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa pertukaran akan dilakukan di sebuah lokasi yang tidak disebutkan. Akan tetapi masih ada sejumlah syarat dan ketentuan yang masih harus disepakati kedua belah pihak, terutama terkait jumlah gadis yang akan dilibatkan dalam pertukaran.
Boko Haram meminta 30 anggotanya ditukar dengan 30 orang gadis, namun pemerintah menolaknya.
Selain itu, rintangan lainnya adalah tuntutan Boko Haram untuk pembebasan 30 anggotanya. Sedangkan pemerintah hanya mengetahui 6 anggota di antaranya yang ditahan di penjara di luar Abuja.
"ICRC tidak bisa menemukan di mana 24 anggota lainnya ditahan," sambung sumber itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: