Geram Namanya Disebut di Video Eksekusi ISIS, Tony Blair Angkat Bicara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 22 September 2014, 14:39 WIB
Geram Namanya Disebut di Video Eksekusi ISIS, Tony Blair Angkat Bicara
tony blair/net
rmol news logo Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair geram ketika namanya disebut oleh seorang pekerja bantuan Inggris sebelum ia dieksekusi oleh kelompok militan ISIS beberapa pekan lalu, David Haines.

"Hal itu membuat saya semakin bertekad untuk mengambi orang-orang ini dan mengalahkannya," kata Blair dalam sebuah wawancara khusus dengan CNN pada Minggu (21/9).

Diketahui, Haines sebelum dieksekusi oleh militan ISIS dalam sebuah video yang dirilis beberapa pekan lalu menyampaikan pesan kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron. Ia menyebut bahwa tindakan Cameron yang secara sukarela melibatkan Inggris dalam koalisi dengan Amerika Serikat untuk melawan ISIS seolah menunjukkan bahwa ia mengikuti tren yang ada di kalangan Perdana Menteri Inggris sebelumnya seperti Tony Blair yang tidak bisa berkata "tidak" pada Amerika Serikat.

Belum jelas apakah pernyataan Haines itu merupakan murni pendapatnya atau merupakan paksaan dari penculiknya.

Blair sendiri menekankan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk memerangi ISIS dan membangun koalisi internasional merupakan hal yang tepat. Pasalnya, Blair menilai untuk melawan ISIS diperlukan tindakan yang lebih dari sekedar serangan udara.

Ketika ditanya soal mengapa banyak warga Inggris yang memilih untuk bergabung dengan ISIS, Blair menyebut hal itu bukan sekedar masalah Inggris melainkan juga Eropa. Kata Blair, warga Inggris yang bergabung dengan ISIS bukan karena teraniaya di Inggris,melainkan terpengaruh oleh ideologi radikal kelompok itu. Hal tersebut merupakan penindasan bagi sebagian besar umat Islam.

"Ideologi ini berbasis penyimpangan atas keyakinan Islam, tapi berpengaruh kuat," tegas Blair. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA