Ribuan penduduk kota yang dikenal oleh warga Kurdi sebagai Kobani itu ketakutan dan melarikan diri ke wilayah Turki.
Turki sendiri memperkirakan sejak Jumat lalu, ada sekitar 70 ribu warga Kurdi Suriah yang melarikan diri demi menghindari aksi anarki ISIS. Namun badan penanganan penungsi PBB UNHCR memperkirakan angka tersebut dapat lebih besar lagi.
"Terus terang, kami tidak tahu kapan jumlah-jumlah ini akan berakhir," kata perwakilan UNHCR di Turki Carol Batchelor menekankan situasi kemanusiaa yang semakin mengkhawatirkan.
Syrian Observatory for Human Rights yang pernah memonitor perang sipil Suriah menyebut, ada setidaknya 150 ribu warga Kurdi yang mengungsi, baik di dalam Suriah ataupun ke luar Suriah sejak ISIS melancarkan serangan besar-besaran ke Kobani Selasa pekan lalu. Sejak saat itu, dikutip
Reuters, setidaknya 64 desa di Kobani telah berhasil duduki ISIS yang mengerahkan ribuan militan serta persenjataan berat.
[mel]
BERITA TERKAIT: