ISIS Gunakan Wartawan Inggris Sebagai "Juru Bicara" dalam Video Terbaru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Jumat, 19 September 2014, 02:46 WIB
ISIS Gunakan Wartawan Inggris Sebagai "Juru Bicara" dalam Video Terbaru
rmol news logo Kelompok Islamic State atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis sebuah video terbaru yang menayangkan pernyataan seorang pria Inggris yang diyakini sebagai sandera.

Diterangkan kantor berita BBC, pria yang mengaku sebagai jurnalis itu bernama John Cantlie. Berpakaian kaos warna oranye, Cantlie, yang diculik di Suriah pada 2012 silam, tampak cukup sehat. Informasi dihimpun juga menyebutkan Cantlie adalah jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa surat kabar dan majalah Inggris.

Tidak terlihat ada anggota militan ISIS dalam tayangan itu, berbeda dengan video sebelumnya yang menggambarkan pemotongan leher jurnalis AS dengan belati oleh anggota militan.

Dalam video berjudul "Lend Me Your Ears" tersebut, Cantlie mempertanyakan sikap pemerintah Amerika Serikat dan Inggris yang seolah membiarkan dirinya dan para sandera lain dalam ketidakpastian.

Cantlie mengatakan, beberapa negara Eropa telah melakukan negosiasi untuk pembebasan sandera asal negara mereka, tetapi tidak demikian dengan AS dan Inggris.

"Setelah dua perang yang sangat tidak populer di Afghanistan dan Irak, mengapa pemerintah kita begitu tertarik untuk terlibat dalam konflik lain yang tidak bisa dimenangkan?" katanya.

Dia juga mengatakan ini adalah video pertama dari beberapa rekaman lainnya di mana ia akan menjelaskan filosofi ISIS.

Pesan inti yang disampaikan Cantlie adalah "media Barat" yang telah menyalahartikan makna perjuangan ISIS. Karena itu, ia akan mengungkapkan kebenaran tentang ISIS di "program-program mendatang".

Ada spekulasi menyebutkan bahwa Cantlie berbicara saat ada di bawah ancaman. Hal itu terjadi di banyak video propaganda teroris.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengatakan ia akan memantau lebih cermat setiap materi yang dirilis di internet oleh ISIS. Dia hanya mengatakan, video seperti ini bisa "sangat menyedihkan" bagi keluarga orang yang disandera. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA