Diketahui, sejumlah pilot maskapai tersebut melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes atas rencana Air France untuk menggelontorkan lebih banyak dana pada anak perusahaan yang berorientasi pada penerbangan low-cost, Transvania.
Aksi mogok itu sendiri selain menyebabkan antrian panjang di bandara akibat pembatalan jadwal juga diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar 15 juta poundsterling setiap harinya.
"Banyak layanan telah dibatalkan sepenuhnya, tetapi informasi ini sangat sulit didapat. Ini situasi yang konyol," kata salah seorang penumpang yang merupakan warga negara Inggris, David Newman.
Pihak Air France sendiri, dikutip
Daily Mail, telah mengirimkan sekitar 65 ribu pesan kepada para penumpangnya untuk memperingatkan mereka soal kemungkinan pembatalan atau penundaan jadwal penerbangan yang telah mereka pesan.
Seorang juru bicara maskapai bahkan memperingatkan, para penumpang yang telah memesan tiket untuk tanggal 15 hingga 22 September agar menunda perjalan mereka dengan mengubah jadwal secara gratis ataupun melakukan klaim pengembalian dana.
Aksi mogok yang dilakukan karyawan Air France itu dilakukan karena mereka khawatir atas pengembangan operator murah Transavia dapat menyebabkan outsourcing pekerjaan ke perusahaan lain dan pekerjaan tetap akan dikurangi statusnya menjadi paruh waktu atau kontrak.
[mel]
BERITA TERKAIT: