Kepolisian yang menyelidiki jasad-jasad tersebut menemukan, keduanya mengalami luka di bagian kepala, diduga dipukuli dalam serangan mengerikan.
Polisi menyebut, kedua turis itu terdiri dari seorang wanita berusia 23 tahun dari Great Yarmouth, Norfolk dan seorang pria 24 tahun asal Jersey, Channel Islands.
Keduanya ditemukan di pantai Koh Tao, sebuah wilayah kecil yang terkenal karena situs diving dan pantainya yang tenang.
Polisi setempat, Kolonel Prachum Ruangthong menyebut, di dekat jasad ditemukan sebuah cangkul berlumuran darah yang diyakini telah digunakan sebagai senjata pembunuhan.
"Sang pria mendapatkan serangan di bagian punggung dan sisi kepalanya. Sedangkan yang wanita mendapatkan seranagn di bagian wajah," jelasnya dikutip
Associated Press.
Polisi belum menemukan pelaku di balik pembunuhan keji itu, namun masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV di dekat restoran, hotel, dan toko-toko untuk mencari tahu siapa pelaku penyerangan.
Serangan itu terjadi di tengah upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali industri pariwisata Thailand setelah kudeta militer yang terjadi pada Mei lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: