Pertemuan itu digelar setelah Amerika Serikat menjalin koalisi dengan sekitar 40 negara, termasuk 10 negara Arab yakni Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk berkomitmen satukan misi melawan ISIS yang terus bergerilya di wilayah Irak dan Suriah.
Sejumlah negara Arab, menurut keterangan pemerintah Amerika Serikat, telah menawarkan diri untuk ikut melakukan serangan udara untuk melawan ISIS, seperti yang telah dilancarkan terlebih dahulu oleh Amerika Serikat.
Pertemuan di Paris hari ini, dikabarkan
BBC akan fokus bukan hanya untuk membahas koalisi soal bagaimana rencana melawan ISIS, melainkan juga untuk menghentikan dukungan dari warga asing yang ingin bergabung, memotong aliran dana, dan melawan ideologinya.
Diketahui, Amerika Serikat telah melancarkan sekitar 160 serangan udara ke wilayah Irak sejak beberapa pekan lalu demi meredam ulah ISIS yang menduduki sejumlah wilayah di negara itu.
Namun alih-alih mereda, ulah ISIS semakin brutal, bukan hanya dengan melakukan penyerangan kepada warga Irak, tapi juga kepada warga negara asing yang menjadi tahanan. Hal itu terlihat dari sejumlah video eksekusi yang dirilis kelompok militan itu, seperti eksekusi wartawan Amerika Serikat James Foley dan Steven Sotloff, serta video eksekusi terbaru warga negara Inggris David Haines.
CIA sendiri pekan lalu memperkirakan, ISIS saat ini telah memiliki lebih dari 20 ribu pejuang yang bukan hanya berasal dari negara-negara Arab, tapi juga dari negara-negara Barat.
[mel]
BERITA TERKAIT: