Sang istri (47) diketahui merupakan warga negara Singapura yang memiliki dua anak perempuan dan laki-laki yang masing-masing berusia 18 dan 14 tahun dari pernikahan sebelumnya.
Seorang sumber yang dikutip
Asia One (Jumat, 12/9) menyebut, keluarga baru itu berangkat ke Suriah pada Novemeber lalu.
"Pihak berwenang percaya bahwa pria itu bergabung dengan kelompok Jabhat Al-Nusra dan anak tirinya ISIS," kata sumber tersebut.
Ia juga menyebut bahwa dang istri bekerja sebagai juru masak, dan putri tertuanya mengajak bahasa Inggris kepada anak-anak pejuang di Suriah.
Otoritas setempat tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu bagaimana keluarga tersebut dapat dipengaruhi untuk pergi ke Suriah.
Sebelumnya, The Star melaporkan setidaknya ada 40 warga negara Malaysia yang telah bergabung dengan kelompok militan termasuk ISIS di Irak dan Suriah.
[mel]
BERITA TERKAIT: