Di Pakistan, banjir terparah terjadi di sejumlah wilayah seperti Punjab dan Kashmir yang masuk ke wilayah administrasi Pakistan. Kantor Perdana Menteri Nawaz Sharif melaporkan, hingga akhir pekan kemarin tercatat setidaknya ada 110 orang yang tewas dan 150 orang lainnya luka-luka. Sebagian korban tewas akibat terkena reruntuhan atap ataupun tersengat listrik yang konslet karena banjir. Bukan hanya itu, setidaknya 650 rumah penduduk juga diketahui rusak tersapu banjir.
Sementara itu di India, banjir menyapu wilayah Vinod Koul dan Kahsmir yang masuk administrasi India. Tercatat ada 97 korban tewas akibat banjir tersebut.
Banjir tersebut juga merusak ratusan rumah penduduk dan jembatan, serta menutup jalanan. Aliran listrik serta air bersih di wilayah tersebut pun lumpuh akibat banjir. Setidaknya lima ribu orang terpaksa mengusngsi akibat banjir yang disebut banjir terparah sejak enam dekade terakhir itu.
Di Tiongkok, hujan yang turun terus menerus juga menyebabkan banjir. Lebih dari 40 orang dilaporkan tewas dan 18 orang lainnya masih menghilang akibat banjir yang terjadi akhir pekan kemarin.
CNN mengabarkan, banjir juga menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan serta infrastruktur. Pemerintah Tiongkok memperkirakan, kerusakan yang timbul akibat banjir mencapai lebih dari 530 juta dolar AS.
Sementara itu di Thailand, pemerintah mendesak warga yang tinngal di sepanjang aliran air di wilayah tengah Thailand untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi menyusul resiko banjir akibat tingkat air di bendungan yang semakin meningkat.
Hujan lebat disusul banjir juga sempat menggenangi sejumlah wilayah di Bangladesh, Myanmar, Nepal, Korea Selatan dan Jepang bulan lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: