Menurut kepala badan kesehatan dunia atau WHO, Margaret Chan saat ini virus mematikan itu juga telah menjangkiti setidaknya 3.500 korban lainnya di wilayah Guinea, Sierra Leone, dan Liberia.
Chan menyebut, wabah tersebut merupakan hal yang terbesar, terparah, dan paling kompleks yang pernah terjadi.
"Tidak seorangpun, bahkan yang pernah terlibat langsung dangan wabah itu tahun 1976 hingga 1995, yang pernah melihat penyebaran seperti ini," jelasnya menggambarkan betapa parahnya penyebaran Ebola saat ini.
Ia menekankan, kasus kematian akibat Ebola semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Setidaknya 40 persen dari kematian akibat Ebola terjadi dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.
WHO sendiri, dikutip
BBC, sebelumnya telah mengkhwatirkan wabah akan menelan lebih dari 20 ribu korban jiwa mengingat tidak terkontrolnya penyebaran wabah, kurangnya petugsa medis yang menangani kasus tersebut, serta belum ditemukannya vaksin yang dapat membantu penyembuhan pasien Ebola. Baru-baru digunakan vaksin eksperimenal seperti ZMapp bagi penanganan kasus Ebola, namun belum mampu membendung penyebaran wabah. [mel]
BERITA TERKAIT: