Dikabarkan
Daily Mail pada Selasa (26/8), insiden itu terjadi ketika Raja Mohammed VI tengah menikmati pelayarannya bersama sejumlah rombongan di wilayah perairan milik Spanyol yang terletak di Afrika Utara, Ceuta ketika sebuah kapal patroli sipil Spanyol tiba-tiba saja menghampiri yatch yang dinaikinnya.
Petugas menanyakan identitas serta tujuan perjalanan orang-orang di dalam kapal. Pasalnya, petugas patroli menduga kapal tersebut melakukan penyelundupan narkoba. Kasus penyelundupan narkoba sendiri merupakan hal yang kerap kali ditemukan di wilayah perairan tersebut.
Mengutip berita harian Spanyol EL Mundo, Raja Mohammed VI yang berada di dalam kapal kemudian mendekati petugas patroli dan bertanya pada mereka, "Apakah anda tahu siapa saya?"
Ketika para petugas menjawab tidak tahu, Raja Mohammed VI kemudian membuka topi dan kacamata hitamnya. Para petugas patroli langsung mengenali bahwa mereka sedang berbicara dengan Raja Maroko.
Menyusul insiden tersebut, Raja Mohammed VI kemudian menelepon Raja Felipe VI Spanyol. Ia menceritakan kejadian itu dan mengakui bahwa para petugas patroli hanya melakukan pekerjaan mereka. Namun demikian, Raja Mohammed VI menyebut bahwa para petugas tidak menunjukkan rasa hormatnya.
Menanggapi laporan itu, Kerajaan Spanyol segera mengirim surat kepada Kementerian Dalam negeri Spanyol dan mengutus Kepala Garda Sipil di Ceuta, Kolonel Andres Lopez untuk segera datang ke yatch milik Raja Mohammed VI demi meminta maaf secara pribadi.
Raja Mohammed VI dan Raja Felipe diketahui memiliki hubungan yang baik. Raja Felipe bersama dengan Ratu Letizia melakukan kunjungan resmi ke Maroko bulan lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: