Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengatakan, kerjasama dengan Assad tidak akan praktis, masuk akal atau membantu. Demikian dikutip dari kantor berita
BBC.
Sebelumnya, mantan Kepala Angkatan Darat Inggris, Lord Dannatt, dan mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Malcolm Rifkind, menyerukan langkah kerjasama itu menyusul kasus penyembelihan wartawan Amerika Serikat, James Foley, oleh militan Daulah Islamiyah atau ISIS. Ada pula dugaan bahwa pelaku perbuatan biadab itu adalah warga negara Inggris yang telah bergabung dengan gerakan ekstrimis itu.
Pemerintah Inggris sendiri masih berpegang pada sikap politik luar negerinya bahwa Presiden Assad harus "dihapus" sebagai pemimpin Suriah, sebagai akibat dari tindakannya selama perang saudara di negara itu.
Dia mengatakan, kerjasama dengan rezim Suriah adalah "racun" bagi apa yang hendak pemerintah Inggris capai.
"Kami mungkin berjuang pada beberapa kesempatan melawan hal yang sama, tapi itu tidak membuat kita menjadi sekutunya," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: