Kedua organisasi yang menggaungkan penegakkan HAM itu gagal mendapatkan ijin dari administrasi sipil regional untuk memasuki wilayah Gaza sejak 7 Juli lalu.
Pemerintah Israel menyebut ada dua alasan penolakan para pekerja organisasi itu, yakni karena adanya penutupan perbatasan Erez yang terletak antara Israel dan Jalur Gaza, serta mereka tidak masuk dalam bagian daftar kelompok bantuan yang telah disetujui oleh Menteri Sosial Israel.
Russia Today (Selasa, 19/8) mengutip media Israel menyebut bahwa perbatasan Erez sebenarnya telah dibuka khusus bagi wartawan, karyawan PBB, dan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis selama masa konflik terbuka yang terjadi sejak 8 Juli lalu.
Perwakilan HRW diketahui telah dilarang memasuki Gaza melalui Erez sejak tahun 2006 lalu. Sedangkan perwakilan Amnesty International telah dilarang sejak tahun 2012 lalu. Kedua perwakilan organisasi itu biasnya masuk ke wilayah Gaza melalui perbatasan di Rafah.
Namun sejak Presiden Mesir Mohammed Morsi terguling dari kekuasaannya tahun lalu, perbatasan Rafah tidak lagi dibuka.
[mel]
BERITA TERKAIT: