Pasalnya virus mematikan itu juga telah menulari primata dan memberikan pengaruh pada cara Gorila bereproduksi.
Virus tersebut bahkan telah merusak kelompok primata dan bahkan memaksa anggotanya yang terinveksi keluar dari kelompoknya.
Para peneliti memperlajari prilaku hewan yang terkena wabah itu sebelumnya di Republik Kongo. Mereka menemukan bahwa gorila yang terkena virus Ebola akan berpengaruh pada potensi reproduksi dan dinamika sosialnya.
Daily Mail pada Senin (18/8) mengabarkan, para peneliti itu menyoroti model pengembangan kompleks untuk mengintegrasikan semua dampak yang berbeda dari penyebaran virus di primata.
"Seiring dengan penurunan kelangsungan hidup dan reproduksi, wabah Ebola mengganggu dinamika sosial dalam populasi gorila," kata salah satu peneliti dari University of Rennes yang melakukan penelitian itu, Dr Pascaline Le Gouar.
Penelitian itu sendiri telah diterbitkan di jurnal Animal Ecology.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: