Pernikahan Pasangan Yahudi-Muslim di Israel ini Picu Pro-Kontra

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 18 Agustus 2014, 13:35 WIB
Pernikahan Pasangan Yahudi-Muslim di Israel ini Picu Pro-Kontra
bbc
rmol news logo Sebuah pesta pernikahan yang digelar di Israel pada Minggu (17/8) kemarin memicu pro-kontra dari kalangan Yahudi.

Pasalnya pernikahan itu digelar oleh seorang wanita kelahiran Yahudi bernama Morel Malka dan seorang pria muslim Arab Mahmoud Mansour. Malka diketahui berpindah agama menjadi Islam sebelum menikah dengan Mansour.

"Kita hidup dalam koeksistensi benar, dan saya tidak terlalu peduli apa yang orang katakan," Mansour.

Dalam acara pernikahan pasangan tersebut yang digelar di sebuah gedung di Rishon LeZion, ratusan orang dari kelompok sayap kanan Lehava Yahudi menggelar aksi unjuk rasa menentang pernikahan itu di depan gedung.

Para pengunjuk rasa diijinkan menggelar aksi dalam jarak 200 meter dari gedung pernikahan sambil dijaga ketat oleh kepolisian Israel. Namun ada empat orang dari para pengunjuk rasa yang melanggar aturan tersebut sehingga terpaksa diamankan.

Di sisi lain, pengunjuk rasa sayap kiri juga menggelar aksi yang mendukung pernikahan itu. Ratusan polisi bersiaga untuk menjaga agar unjuk rasa dua kubu yang berbeda tidak saling bentrok.

BBC mengabarkan, dalam acara pernikahan itu ada sekitar 500 tamu yang diundang.

Menanggapi aksi unjuk rasa di pernikahan itu, Presiden Israel Reuven Rivlin  ikut angkat bicara.

Ia mengecam aksi tersebut dan menggambarkan demonstran Lehava sebagai tikus yang menggerogoti dasar demokrasi dan fondasai Yahudi di Israel. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US