Pengunduran dirinya yang disiarkan pada televisi pemerintah (Kamis, 14/8) itu sekaligus membuka jalan bagi wakil ketua parlemen, Haider al-Abadi, yang sebelumnya telah diminta oleh presiden Irak untuk membentuk pemerintahan.
"Saya mengumumkan kepada anad bahwa saya menarik pencalonan saya untuk menghormati saudara saya, Haider al-Abadi demi kepentingan tertinggi negara," katanya dikutip
CNN.
Maliki sendiri masih akan menjalani perannya sebagai perdana menteri hingga Abadi membangun formasi pemerintahan yang baru.
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Susan Rice memuji keputusan yang diambil Maliki itu. Ia menyebut hal itu merupakan langkah besar untuk menyatukan Irak.
Mundurnya Maliki mengakhiri masa delapan tahun kekuasaannya yang diliputi oleh perpecahan internal, terutama terkait tudingan bahwa Maliki mendukung gerakan kelompok militan Islam ISIS yang melancarkan aksi kekerasan di Irak sejak beberapa bulan terakhir.
Ulah ISIS yang berdalih mendirikan negara Islam di tanah Irak dan Suriah itu selain membuah lebih dari 1.2 juta warga Irak kabur dari rumahnya, juga meningkatkan krisis keamanan dan kemanusiaan. Pasalnya kelompok itu membantai dan menekan kelompok minoritas seperti Kristen dan Yazidi.
[mel]
BERITA TERKAIT: