Pasien termuda itu telah menderita sejumlah gejala Ebola seperti demam, muntah sejak delapan bulan yang lalu. Selang empat hari setelah menunjukkan gejala, balita itu tewas tepatnya pada tanggal 6 Desember 2013 lalu.
Begitu bunyi laporan para ilmuan yang dipublikasikan di jurnal kesehatan, The New England baru-baru ini.
Dikutip
CNN (Selasa, 12/8), para ilmuan yang menyusun laporan itu mengaku tidak tahu persis bagaimana balita itu dapat terjangkit virus. Namun dalam laporan disebutkan, mereka menemukan adanya rantai penyakit di dalam keluarga Balita itu.
Sang ibu telah menderita gejala pendarahan dan meninggal pada 13 Desember lalu. Kemudian kakak sang balita yang berusia 3 tahun meninggal pada tanggal 29 Desember dengan gejala yang sama. Nenek sang balita juga kemudian tewas dengan kasus serupa pada 1 Januari lalu.
Bukan hanya itu, penyakit Ebola itu juga kemudian menyebar luas di wilayah pedesaan itu setelah beberapa orang menghadiri pemakaman nenek balita itu.
Diketahui, Ebola merupakan penyakit yang bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, air lius, urin, atau buangan tubuh lainnya. Baik manusia ataupun hewan dapat menyebarkan virus itu. Bahkan jasad orang yang terinveksi Ebola masih dapat menularkan virus.
[mel]
BERITA TERKAIT: