"Pemerintah Amerika Serikat anehnya bersikap diam soal tuduhan bahwa Rusia dan sekutunya telah menembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan rudal Buk anti-pesawat," kata Paul dikutip
Russia Today (Minggu, 10/8).
Pernyataan Paul itu bertentangan dengan penyataan pemerintah Amerika Serikat yang menyebut bahwa jatuhnya pesawat Boeing 777-200 yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu jatuh karena ditembak oleh separatis pro-Rusia.
"Kami telah melihat bahwa ada senjata berat yang dipindahkan dari Rusia ke Ukraina, yang mereka pindahkan ke tangan pemimpin separatis," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.
"Dan berdasarkan laporan sosial media, senjata itu termasuk sistem rudal BUK, SA-11," sambungnya.
Paul sendiri mempertanyakan soal gudang persenjataan serta perangkat teknologi Amerika Serikat yang tidak bisa memberikan bukti apapun soal tragedi itu.
"Sulit untuk percaya bahwa Amerika Serikat, dengan semua satelit mata-mata yang tersedia untuk memantau segala sesuatu di Ukraina, yang tidak bisa menyediakan bukti tepat soal siapa dan kapan kejadian itu terjadi," jelasnya.
"Saya yakin bahwa ia tahu lebih banyak daripada apa yang diberitahukan kepada kita," tutupnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: