Pembangunan Masjid An Nur ini turut dihadiri pemerintah kecamatan, aparat TNI dan Polri, perangkat desa, serta pengurus dan tokoh masyarakat setempat.
“Dengan persetujuan takmir dan warga, masjid ini dibangun kembali dan diperluas agar lebih nyaman digunakan untuk beribadah,” ujar Suryo dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 18 Januari 2026.
Masjid An Nur sebelumnya dikenal masyarakat setempat sebagai Masjid Batu karena dinding bangunan tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga sejak tahun 1970-an. Dalam pembangunan ulang tersebut, unsur batu dan kubah masjid tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan nilai sejarah bangunan.
Ketua Takmir Masjid An Nur, Imam Romaji, mengatakan masjid berdiri di atas lahan wakaf seluas sekitar 5.000 meter persegi. Namun bangunan lama hanya berukuran 11 x 11 meter karena keterbatasan dana pada masa awal pembangunan.
“Masjid ini menjadi pusat ibadah sekaligus aktivitas sosial warga,” kata Imam Romaji.
Masjid An Nur menjadi satu dari beberapa rumah ibadah yang dibangun pemilik Surya Group ini. Sebelumnya beberapa masjid juga sudah dibangun di Jawa dan Sumatera menggunakan dana CSR.
"Mohon doa semoga pembangunan lancar, Maret besok kami target rampung dan segera beroperasi sehingga mampu memberi sumbangsih pada kesejahteraan ekonomi warga Lampung," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: