Liberia Deklarasikan Darurat Ebola

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 07 Agustus 2014, 16:15 WIB
Liberia Deklarasikan Darurat Ebola
ilustrasi/net
rmol news logo Liberia mendeklarasikan keadaan darurat menyusul semakin meningkatnya jumlah penderita virus Ebola pada Rabu malam (6/8).

Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf menjelaskan, negaranya perlu segera mengambil langkah penanganan cepat demi menyelamatkan negaranya dari wabah yang telah menewaskan hampir seribu orang di Afrika Barat itu.

Keadaan darurat negara, jelas Sirleaf, berlaku selama setidaknya 90 hari ke depan.

"Ruang lingkup dan skala epidemi virus sekarang melebihi kapasitas dan tanggung jawab hukum dari instansi atau departemen satu pemerintahan," katanya dikutip AFP.

Menyusul deklarasi keadaan darurat itu, parlemen Libya menggelar pertemuan hari ini (Kamis, 7/8) untuk meratifikasi  langkah tersebut.

Deklarasi serupa juga telah terlebih dahulu dilakukan oleh negara Sierra Leone pekan lalu.

Badan Kesehatan Dunia, WHO menjelaskan bahwa wabah itu telah menyebabkan sebanyak 932 orang tewas sejak awal tahun ini. Selain itu 1.711 orang lainnya juga diketahui terjangkit wabah itu. Sebagian besar pasien ditemukan di wilayah Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA