Skandal Keamanan Daging Ganggu Penjualan KFC dan Pizza Hut di China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 31 Juli 2014, 12:54 WIB
Skandal Keamanan Daging Ganggu Penjualan KFC dan Pizza Hut di China
ilustrasi/net
rmol news logo Pemilih jaringan restoran cepat saji KFC dan Pizza Hut, Yum Brands Inc menyebut bahwa skandal keamanan makanan yang mencuat beberapa waktu terakhir telah mengganggu penjualan perusahaan.

Bila hal tersebut tidak juga berubah, maka akan mengganggu laba penjualan secara siginifkan tahun ini.

Skandal tersebut mencuat pekan lalu ketika stasiun televisi Shanghai TV melaporkan bahwa perusahaan Husi yang memasok daging untuk outlet-outlet KFC dan McD di China telah mengemas daging sapi dan ayam kadaluarsa.

Menyusul skandal tersebut, pemerintah China menahan lima pekerja Husi untuk penyelidikan lebih lanjut. Yum sendiri telah menghentikan pasokan daging dari perusahaan Husi.

"Hasilnya signifikan, dampak negatif ke outlet serupa baik KFC dan Pizza Hut di China selama 10 hari terakhir," kata keterangan dari perusahaan Yum, dikabarkan Associated Press (Kamis, 31/7).

Yum merupakan perusahaan operator terbesar China dengan lebih dari 4.600 outlet KFC dan 1.200 outlet Pizza Huts. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US