Langkah tersebut diambil menyusul resolusi PBB yang memperbolehkan pengiriman bantuan tanpa izin ke Suriah yang diadopsi pekan lalu.
Resolusi itu dibuat mengingat bahwa hampir 90 persen bantuan PBB yang masuk ke Suriah selama ini dikendalikan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat yang berada di daerah pendudukan kelompok pemberontak tidak mendapatkan bantuan tersebut.
PBB menyebut, truk-truk bantuan tersebut masuk ke Suriah melalui perbatasan Bab al-Salam Turki. Bantuan-bantuan itu diperkirakan memerlukan waktu untuk bisa sampai ke tangan warga Suriah yang membutuhkan.
Dikabarkan
BBC, PBB memperkirakan bahwa saat ini ada lebih dari 10.8 juta warga Suriah yang memerlukan bantuan setelah konflik sipil yang terjadi tiga tahun belakangan di negara tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menuduh, baik pemerintah ataupun oposisi sama-sama menghalangi bantuan sebagai taktik perang.
Ia menyebut bahwa kedua belah pihak semakin mempersulit kehidupan warga sipil dengan merusak infrastruktur dasar seperti pasokan air bersih dan listrik.
PBB menyebut, bantuan selanjutkan akan dikirimkan dalam waktu beberapa bulan mendatang.
Diketahui bahwa resolusi itu mengizinkan bantuan masuk ke Suriah dari sejumlah perbatasan seperti Turki, Yordania, dan Irak. Namun Suriah memandang resolusi tersebut sebagai bentuk serangan terhadap kedaulatannya.
[mel]
BERITA TERKAIT: