MH17 Jatuh di Ukraina, Rusia yang Disalahkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 19 Juli 2014, 16:55 WIB
MH17 Jatuh di Ukraina, Rusia yang Disalahkan
Vitaly Churkin/RT
rmol news logo Rusia mendesak penyelidikan yang berimbang serta tebuka terkait kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah timur Ukraina.

Duta besar rusia untuk PBB Vitaly Churkin menegaskan, penyelidikan perlu juga dilakukan pada otoritas penerbangan Ukraina.

"Seperti yang kita lihat, perlu untuk menyelidiki bukan hanya kecelakaan itu sendiri tapi juga bagaimana otoritas penerbangan Ukraina melakukan tugas profesional mereka," kata Churkin dalam pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB.

Ia juga mempertanyakan mengapa penerbangan sipil diijinkan melintas di atas wilayah yang berkonflik. Hal itu didasarkan pada pernyataan dari pihak maskapai Malaysia Airlines pada Jumat (18/7) yang menyebut bahwa pengendali lalu lintas udara Ukraina memerintahkan pesawat tersebut untuk menurunkan ketinggian sekitar 500 meter pada saat pesawat memasuki wilayah udara Ukraina.

Churkin juga menyebut bahwa pilot seharusnya terbang pada ketinggian 35 ribu kaki di seluruh wilayah udara Ukraina. Namun pengedali lalu lintas udara menginstruksikan pesawat berjenis Boeing 777 itu untuk terbang di ketinggian 33 ribu kaki.

Dikabarkan Russia Today, Churkin menyebut bahwa penjamin keamanan penerbangan sipil di wilayah udara adalah tanggung jawab negara tersebut.

Ia juga menyerukan agar komisi internasional di bawah naungan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional segera diluncrukan. Churkin menyebut, perlu adanya penyelidikan menyeluruh dalam kecelakaan sehingga hasilnya bukan merupakan praduga.

Churkin sendiri menegaskan di markas besar PBB bahwa tudingan negara-negara Barat yang menyebut bahwa Rusia terlibat dalam penembakan sejumlah jet tempur Ukraina sebelum kejadian jatuhnya MH17.

"Kami tidak melakukannya," tandasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA