Dikabarkan
Daily Mail (Jumat, 18/7) yang mengutip dari situs pemberontak Russkaya Vesna, Girkin diberitahu oleh masyarakat di lokasi terjadinya kecelakaan bahwa sebagian besar jasad yang ditemukan telah kehabisan darah dan berbau.
Girkin yang juga dikenal sebagai Strelkov dan diduga merupakan mantan agen intelejen Rusia itu menyebut bahwa pihaknya menemukan banyak serum darah dan obat-obatan di reruntuhan.
Informasi tersebut masih belum dapat dikonfirmasi kebenaranya.
Nama Igor Girkin sendiri muncul tak lama setelah tragedi jatuhnya pesawat MH17 yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur (Kamis, 17/7). Pasalnya, Kepala Security Service of Ukraine (SBU), Valentyn Nalivaychenko melansir sejumlah percakapan telepon hasil sadapan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak.
Beberapa percakapan di antaranya dilakukan oleh orang yang diduga adalah Igor Bezler. Percakapan yang belum diverifikasi kebenarannya itu menunjukkan bahwa kelompok pemberontak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 283 orang dan 15 kru di dekat wilayah konflik, Donetsk.
[mel]
BERITA TERKAIT: