Sanksi Baru AS dan UE Targetkan Bank dan Perusahaan Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 17 Juli 2014, 10:14 WIB
Sanksi Baru AS dan UE Targetkan Bank dan Perusahaan Rusia
net
rmol news logo Amerika Serikat dan Uni Eropa sepakat untuk kembali memperberat sanksi kepada Rusia atas gerakan separatis yang terjadi di wilayah timur Ukraina.

Kali ini, sanksi yang diterapkan Amerika Serikat menargetkan sejumlah bank utama Rusia, perusahaan alat-alat pertahanan, serta perusahaan energi.

"Kepmimpinan Rusia akan kembali melihat bahwa tindakannya di Ukraina memiliki konsekuensi," kata Presiden Obama seperti dikabarkan BBC (Kamis, 17/7).

Sedangkan Uni Eropa, pasca pertemuan pemimpin di Brussel, menyebut akan merilis rincian sanksi pada akhir Juli ini. Uni Eropa menegaskan di antara sanksi yang diterapkan adalah penghentian pembiayaan proyek-proyek di Rusia oleh bank-bank investasi Uni Eropa seperti European Investment Bank (EIB) dan European Bank for Reconstruction and Development (EBRD).

Babak baru pemberian sanksi itu secara signifikan memperluas sanksi sebeulnya yang terbatas pada individu-induvidu baik dari pihak Rusia maupun Ukraina.

Menanggapi penambahan sanksi tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut sanksi tersebut akan membuat hubungannya dengan Amerika Serikat semakin memburuk.

Dalam kunjungannya ke Brazil kemarin, Putin menyebut bahwa sanksi yang diberikan memiliki efek bomerang yang berbahaya.

"Tanpa keraguan, mereka akan menekan hubungan Amerika Serikat-Rusia ke akhir yang mematikan dan menyebabkan kerusakan yang sangat serius," tegas Putin. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA