Kedua belah pihak berupanya membuat perkembangan perumusan kesepakatan soal kendali persenjataan nuklir yang dijadwalkan harus selesai sebelum tanggal 20 Juli mendatang.
Dikabarkan
Al Jazeera, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyebut, Kerry akan berupaya membuat Iran membentuk pilihan penting.
"Sekretaris akan mengambil waktu yang diperlukan untuk menggelar diskusi itu, dan itulah sebabnya mereka akan bertemu lagi hari ini, untuk melihat apakah kemajuan dapat dicapai," kata pejabat tersebut.
Sehari sebelumnya, Kerry juga bertemu dengan Zarif namun gagal menemukan kesepakatan.
Kerry menyebut masih ada jurang yang subtansial antara kedua belah pihak terkait bagaimana mengurangi kapasitas pembuatan bahan bakar nuklir.
Di satu sisi, Iran ingin tetap mempertahankan fasilitas pengayaan uraniumnya untuk tujuan energi damai dan ingin sanksi yang diterapkan Barat dicabut. Namun Amerika Serikat dan negara kekuatan dunia lainnya yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia tidak percaya dengan pengayaan uranium Iran tersebut.
Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier menyebut saat ini semua keputusan ada di tangan Iran.
"Sekarang sampai dengan Iran untuk memutuskan apakah mereka mencari cara untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional atau jika mereka ingin tetap dalam isolasi," kata Steinmeier.
[mel]
BERITA TERKAIT: