"Jika kita ingin mendapatkan hak ini kita harus melakukannya perlahan-lahan," kata Mujica seperti dikabarkan
BBC (Rabu, 9/7).
Penjualan ganja secara legal di apotek milik negara itu sendiri semula akan dilakukan mulai awal November tahun ini. Namun Mujica menilai bahwa produksi ganja oleh pemerintah itu berpotensi dijual di pasar ilegal bila pelaksanaan hukumnya dilakukan secara tiba-tiba.
"Kami bukan hanya mengatakan bahwa kami lepas tangan dan biarkan pasar yang menanganinya, karena bila yang berperan maka penjualan ganja akan semakin besar," lanjutnya.
Uruguay merupakan negara pertama yang membuat undang-undang soal pelegalan penanaman, penjualan, dan konsumsi ganja dalam kadar tertentu.
Undang-undang tersebut telah disetujui oleh Kongres Uruguay pada bulan Desember tahun lalu.
Di bawah aturan tersebut, apotek berlisensi akan menjual ganja seharga kurang dari satu dolar tiap gramnya. Sedangkan konsumen hanya diijinkan mengkonsumsi maksimal 40 gram tiap bulannya.
Bukan hanya itu, aturan tersebut juga mengijinkan tiap rumah tangga menanam hingga enam tanaman ganja. Selain itu, ganja dapat dikonsumsi di tempat yang sama dengan tempat merokok.
Pemerintah Uruguay berharap aturan tersebut dapat membantu mengatasi kartel narkoba.
[mel]
BERITA TERKAIT: